March 23, 2014

Buku Untuk Papua



Beberapa bulan ini, saya aktif di kegiatan sosial yang diselenggarakan oleh LSM Alam Riang (Sebuah LSM yang concern terhadap pendidikan anak-anak masyarakat Timika). LSM ini juga merupakan salah satu cabang dari komunitas BUP (Buku Untuk Papua) bisa di cek di twitter @Bukuuntukpapua atau bisa langsung kunjungi website komunitas tersebut di http://bukuuntukpapua.org . Concern Komunitas ini adalah untuk menyebarluaskan pengetahuan melalui buku, buku-buku ini didapat dari hasil donasi. Dibeberapa kota besar seperti semarang, surabaya, jogjakarta, malang, dan makassar sudah ada perwakilan untuk organisasi ini bagi yang mau menyumbang bukunya. Silakan bisa di cek di twitter atau webseite orgaisasi tersebut. Missinya adalah 1 juta buku untuk bangkitkan Papua.
Sedangkan untuk LSM Alam Riang yang berada di Timika ini adalah sebagai badan atau organisasi yang mengelolah buku-buku hasil donasi. Mulai dari pendistribusian, sampai menyiapkan masyarakat untuk bisa memanfaatkan dengan baik buku-buku tersebut. Well, sasaran kita sebenaranya adalah masyarakat-masyarakat marginal yang jauh dari jangkauan pendidikan formal yang layak. Yang terpenting adalah menyiapkan mereka bagaimana bisa mendapatkan informasi dan edukasi yang layak. Mulai dari mengajarkan baca-tulis sampai pada pelajaran penting mengenai nilai-nilai moral yang ada di kehidupan sehari-hari.
Di Timika sendiri, Alam Riang mempunyai banyak kegiatan, mulai dari penggalangan dana, Penggalangan Buku Bekas, sosialisasi ke masyarakat, dan yang paling penting adalah melakukan pendidikan ke plosok daerah (kawasan marginal) di Timika. Selama saya menjadi aktivis di organisasi ini, sungguh sangat miris keadaan anak-anak disana. Bayangkan sebagian besar mereka tidak tahu cara membaca, kalau dilihat dari umur mereka seharusnya sudah mendapatkan pendidikan yang sudah tidak teknis lagi (cara membaca). Buku-buku hasil donasi bisa percuma ketika obyek sasaran kita tidak bisa atau kurang optimal menyerap berbagai informasi yang beradapada buku hasil donasi.
Tugas kita adalah bagaimana masayarakat-masyarakat terutama anak-anak tersebut siap dengan buku-buku tersebut tentunya juga diimbangi dengan pendidikan moral. Alam Riang mengundang teman-teman yang berada di Timika  untuk menjadi Volunteer dalam kegiatan sosial ini. Kegiatan-kegiatan kami bisa dilihat di Twitter kami yaitu @BUPtimika . Kami sangat terbuka terhadap sukarelawan yang bersedia bergabung dengan aktivitas kami atau teman-teman sekalian juga bisa mendonasikan buku bekas yang layak baca langsung ke kami.caranya cukup Kontak Saya di 085646374313 atau bisa hubungi lewat twitter.

March 19, 2014

Project Project dan Project




Berat memang..., tapi harus bisa.., dan Optimis..., kalau memang kenyataannya seperti itu, ya memang harus bagaimana lagi.
harus coba-coba-dan-coba.

Facing the day with optimistic...

walapun tinggal beberapa bulan lagi saya berada di perusahaan jepang ini.. tapi yang namanya KERJA harus TOTAL. dan memang tidak mudah, dan saya anggap ini adalah cerminan kedepan saya nanti..., mau jadi apa dan bagaimana kalua sejak awal sudah tidak konsisten seperti ini.

Discipline is a Must. tidak ada lagi yang namanya Execuse2 yang tidak rasional.

Project Harus beres, dan target harus capai...,

Bulan maret ini hanya menyisahkan kurang dari 10 Hari Kerja.., Project masih Banyak, dan Target Masih Jauh. Dan prediksi terburuk saya adalah Stand Up Awal Bulan yang kelabu.

December 29, 2013

Masak Sendiri & Minum Sendiri

Ya.., hari ini hari minggu lagi…, waktu berasa sangat cepat sekali disini. setidaknya hari ini meski kerjaan numpuk (akibat excuse dan penundaan yang berkepanjangan) tapi masih bisa bernafas meluangkan waktu sedikiti untuk mengisi blog terjinta ini dengan tulisan.

Yup…, dibulan ini…, atau di penghujung tahun ini…, resolusi dimulai…, tidak hanya kata-kata tapi juga tindakan Amin… ada hal besar yang saya lakukan perubahan. Kalau selama ini saya lebih banyak atau bisa dibilang setiap hari makan diluar, maka mulai kemarin saya sudah masak sendiri. iya…, masak sendiri, mulai dari Nasi, dan segala macam lauknya….

pada awalnya memang terlihat ragu…, mau masak sendiri atau tidak…, mengingat saya disini tidak ada perlengkapan apapun untuk melakukan hal itu. tapi setelah dihitung-hitung jatuhnya lebih hemat walaupun berat waktu diawal karena harus beli ini-itu untukperlengkapan masak.

Setelah saya hitung-hitung dengan berbagai rumus kehidupan dan sudah mempertimbangkan keadaan sosial ekonomi indonesia yang tidak menentu beserta inflasinya…..

BEFORE
Kalau sehari saya kurang lebih bisa habis Rp 100.000 / Hari untuk makan & minum x 30 hari sudah Rp 3.000.000 untuk sekedar makan dan minum.

AFTER
Setelah masak sendiri , Beli beras + lauk-Pauknya 1 bulan sekitar kurang lebih Rp 1.000.000

Bisa dibayangkan, Wow…, penghematan yang cukup Fantastis….bisa berhemat kurang lebih Rp 2.000.000

Buat apa ya ?? Any Idea ??

Tapi ada konsekuensinya juga masak sendiri…, harus siap-siap bangun lebih pagi…. ya apalagi kalau bukan buat masak…, tiap minggu atau paling tidak 1 bulan sekali belanja bulanan (I love This Part).., dan harus rela kehilangan waktu untuk masak yang seblumnya bisa dipakai buat Aktivitas yang lain…, tapi selama suka masak, saya rasa gak ada masalah.