November 30, 2010

Kepemimpinan Sebuah Pengantar



Kepemimpinan merupakan interaksi seseorang (pemimpin) dengan beberapa orang (yang dipimpin) lain, yang menyebabkan mereka (yang dipimpin) berbuat sesuatu yang sesuai dengan kehendak yang dipimpin. Kepemimpinan juga berarti proses pemeberian motivasi, agar orang lain secara suka rela dan sungguh-sungguh mengerjakan sesuatu.

Istilah Kepemimpinan sangat terkait dengan Kekuasaan (Power) dan Kewenangan (Authority) atau Kekuasaan yang memiliki landasan pembenarannya atau hukum. Pemimpin dalam kepemimpinan selalu bersifat superior dari followernya (yang dipimpin) dalam melakukan pengaruhnya. timbul pernyataan bahwa Posisi itu tidak imbang, bagaimana bisa satu orang dapat menentukan orang banyak!. Kunci kepemimpinan itu adalah "Relation", bagaimana relasi yang dipimpin dengan yang memimpin sehingga yang dipimpin mau menuruti apa kata pemimpin, hal ini bergantung pada kekuasaan-kekuasan yang dimiliki oleh pemimpin yang mana hal itu berhubungan dengan follower.

setidaknya ada 7 tipe kekuasaan antara lain ;

  1. Kekuasaan Koersif

  2. Kekuasaan Legitimate

  3. Kekuasaan Expert

  4. Kekuasaan Reference

  5. Kekuasaan Reward

  6. Kekuasaan Information

  7. Kekuasaan Connection


tapi perlu ditekankan bahwa tidak menjadi jaminan apabila pimpinan itu mempunyai 7 kekuasan tersebut menjadi pemimpin yang sukses atau dapat mempengaruhi orang lain. Kenapa demikian ?. karena kita tahu bahwa lingkungan itu selalu berubah, sehingga kepemimpinan menjadi bergantung pada kebutuhan pada lingkungan tersebut. kombinasi pengunaan kekuasaan-kekuasaan tersebut membentuk suatu pola yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan. sehingga kita tahu bahwa tipe kemimpinan atara pemimpin yang satu dengan pemimpin yang lain berbeda-beda, ada kalanya pola kepemimpinan tersebut tidak lagi diharapkan sehingga harus ada pergantian kepemimpinan baik secara normatif atau revolusi. untuk itu kemampuan untuk mengetahui kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh follower itu lah yang perlu !!. dalam istilah ekonomi bisa disebut sebagai Ghost Shopper. untuk itu untuk menjaga bagaimana kepemimpinan itu dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka yang perlu diperhatikan adalah (1). Bagaimana mengetahui kebutuhan Follower di lingkungan tersebut, selanjutnya adalah (2). kemampuan beradaptasi kedalam follower setelah mengtahui kebutuhan apa saja yang diinginkan follower.


Apakah Follower selalu menjadi Inferior yang tidak mempunyai Power ???

Setidaknya ada tiga pendekatan untuk menjelaskan hal ini.

  1. Collective Power . artinya adalah semakin follower mempunyai asosiasi dengan organisasi lain diluar organisasinya tersebut. maka follower akan semakin mempunyai power karena tidak hanya bergantung pada satu organisasi saja, tapi ada organisasi lain. hal ini menyebabkan kekuasaan pemimpin melemah.

  2. Legitimate Power . Apabila follower merasa hak-haknya tertekan atau pemimpin mengintimidasi dan menindas followernya, maka legitimasi pemimpindapat ternacam oleh follower karena sesungguhnya legitimasi tersebut berasal dari follower.

  3. Influence Power . Kekuatan berlebih yang timbul karena "Disengaja". artinya adalah follower itu memiliki kemampuan untuk membuat produksi cacat, produksi diperlambat, membuat kesalahan yang itu dilakukan dengan sengaja guna mempengaruhi kekuasaan pemimpin. karena esensi penting dari kepemimpinan itu adalah Follower atau yang dipimpin.

No comments:

Post a Comment